
Senin, (14/07/2025). Madrasah Tsanawiyah Ma'arif NU Nurul Islam Bades melaksanakan acara pisah kenang untuk Ustad Syamsul Huda selaku guru sepuh yang sudah berdedikasi selama 29 tahun untuk berkhidmah di madrasah ini. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh civitas akademik yang dilaksanakan di ruang kelas VIIC.
Kegiatan pisah kenang guru di madrasah ini diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan rasa terima kasih yang tulus atas dedikasi, pengabdian, serta jasa-jasa besar beliau yang telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan di MTs Ma'arif NU Nurul Islam Bades. Melalui kegiatan ini, madrasah ingin memberikan penghormatan secara khusus kepada beliau yang akan memasuki masa purna tugas.
Pisah kenang ini bukan sekadar acara seremonial saja, akan tetapi juga menjadi momen penuh makna untuk memperkuat ikatan emosional antara beliau yang dilepas dengan keluarga besar madrasah. Dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan, seluruh civitas akademika diberikan ruang untuk menyampaikan rasa hormat, kenangan indah, dan doa terbaik sebagai bentuk perpisahan yang beradab dan bermartabat.
"Semoga semangat beliau bisa menular kepada kita baik itu loyalitas dan keikhlasanya dalam mengajar di madrasah inu mulai tahun 1997 sampai sekarang. Pisah kenang ini bukan untuk berpisah selamanya". Tutur Muhamad Arif Musthofa selaku Ustad sepuh.
"Ustad Huda merupakan salah satu ustad yang sangat sabar. Beliau hanya tersenyum saat ada kenakalan dari kami. Kami mohon doa, ridhonya panjenengan agar nanti bisa bertemu lagi di hari kelak. Dedikasi panjenengan sangat besar sekali untuk madrasah ini, doa terbaik dari kami semoga apa yang dihajatkan oleh panjenengan dan keluarga semoga di ijabah i oleh allah". Tutur Yulianis Shoiruroh selaku perwakilan siswa.
"Kemarin sebenarnya saya sudah di kunjungi oleh ustad reza dan aris untuk mengikuti kegiatan rapat besok, dan dalam kegiatan tersebut ada waktu untuk acara pisah kenang, sebenarnya tidak perlu acara tersebut dan tidak perlu dibuat acara seperti itu. mulai tahun ajaran ini saya sudah minta untuk mengundurkan diri tidak mengajar lagi di madrasah ini. Apabila selama saya ada di madrasah ini ada salah kata saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya minta berhenti ini sebenarnya sudah lama sekali karena ada benerapa faktor yang tidak bisa untuk melanjutkan kembali. Untuk seluruh ustad/ustadzah selamat berjuang dan bisa mensukseskan apa yang sudah di cita-citakan oleh anak-anak. Dalam kesempatan ini saya mau mengutarakan bahwasanya tahun ini saya izin untuk berhenti mengabdi di madrasah ini" tutur Ust. Syamsul Huda
"Semoga kita bisa mengikuti jejak beliau dan semua yang beliau kerjakan di sini bisa dapat ridho oleh Allah, serta semoga beliau dan keluarga diberi kesehatan dan umur yang barokah. Dan mohon maaf madrasah belum bisa memberikan yang terbaik". Tutur H. Achmad Nahidl Mashury, selaku kepala Madrasah.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkokoh nilai-nilai penghargaan terhadap jasa pendidik, dan menjadikan sosok guru yang dilepas sebagai teladan dalam etos kerja, kedisiplinan, dan ketulusan dalam mendidik. Dengan demikian, kegiatan pisah kenang menjadi salah satu tradisi positif madrasah dalam menjaga budaya hormat kepada guru, mempererat hubungan antarwarga madrasah, serta meninggalkan kenangan manis yang akan terus hidup dalam hati.
BANYAK DIBACA
Pembuatan Perangkat Pembelajaran Aswaja Tingkat MI - MA Menggunakan Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Cerita Fantasi untuk kelas VII! On-3 MGMP Mapel Bahasa Indonesia
Bermusyawarahlah dalam segala Hal! Istitabah dan ngaji kitab Ta'lim Muta'alim
Tasmi' Al-Quran 2 Juz (1-2) Ananda Amiroh Alya Mafaza kelaa VIIC
Macam-Macam Maksiat Lisan! Anjangsana Guru