22 January 2026       24 kali


Bades, 22 Januari 2026 – Keluarga besar Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif NU Nurul Islam Bades menyelenggarakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Kamis (22/1/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan 27 Rajab 1447 H ini dilaksanakan secara khidmat di Masjid Baiturrahman, Desa Kalibendo.


Acara ini dihadiri oleh jajaran ustaz dan ustazah, seluruh siswa-siswi MTs dan MA Ma’arif NU Nurul Islam Bades, serta jajaran pengurus takmir Masjid Baiturrahman. Dengan mengusung tema "Meneladani Isra’ Mi’raj Sebagai Motivasi Pelajar Berprestasi dan Berakhlakul Karimah", kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter religius siswa di tengah tantangan zaman.


Kemeriahan acara sudah terasa sejak awal dengan penampilan tim hadrah gabungan siswa dari jenjang MTs dan MA. Acara dipandu secara apik oleh dua siswi kelas VIII C MTs Nurul Islam, Amiroh Alya Mafaza dan Dhatin Khasni Mauriyad, yang membuka rangkaian acara dengan pembacaan agenda kegiatan.


Lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh ananda Fahmi Bagus Kurnia, siswa kelas VII A, menambah kekhusyukan suasana. Dalam sambutannya, Kepala MTs Ma’arif NU Nurul Islam Bades, Ustadz Ahmad Nahidl Masyhuri, S.Pd., MM, yang mewakili kepala madrasah dari kedua jenjang, menyampaikan pentingnya peringatan ini sebagai momentum refleksi diri bagi pelajar. Senada dengan hal tersebut, Ketua Takmir Masjid Baiturrahman, Bapak Bahaul Abror, menyambut baik kolaborasi pendidikan dan masjid dalam membina generasi muda.


Puncak acara diisi dengan Mauizah Hasanah (ceramah agama) oleh Lora Muhammad Sholeh Zain dari pondok pesantren Al Haromain Selok Anyar. Dalam uraiannya, beliau menjelaskan mengenai Isra’ Mi’raj dan menekankan beberapa poin krusial bagi para pelajar:

Pentingnya Syukur dan Sunah: Beliau menyampaikan bahwa kita sebagai umat manusia untuk tetap bersyukur dalam kondisi apapun, salah satu contohnya adalah dapat hadir dan berkumpul di kegiatan ini dalam keadaan yang baik dan sehat. Beliau juga menyoroti beratnya menjalankan ibadah sunah seperti salat Duha dan Qabliyah Subuh, padahal hal tersebut merupakan sunah yang hendaknya dilakukan.

Kekuatan Doa: Lora Sholeh menjelaskan bahwa peristiwa Isra’ Mi,raj mengajarkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Beliau memberi motivasi agar siswa tidak putus asa meski menghadapi kendala biaya untuk melanjutkan pendidikan, selama dibarengi kerja keras dan doa.

Kebersihan Hati dalam Menuntut Ilmu: Beliau memperingatkan bahwa ilmu tidak akan mudah diserap jika hati belum bersih. "Barang siapa yang bertambah ilmunya namun hatinya kotor, maka ia akan semakin jauh dari rahmat Allah," tegas beliau.


Melalui kegiatan memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini diharapkan peserta didik tidak hanya memahami peristiwa ini secara historis, tetapi juga dapat menanamkan nilai keimanan, keteladanan, dan keistiqomahan sebagai bentuk refleksi diri.


Kegiatan yang berlangsung lancar dan sukses ini ditutup dengan doa bersama dan makan bersama sebagai wujud rasa syukur serta ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga madrasah dan masyarakat sekitar.