02 February 2026       13 kali

BADES – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif NU Nurul Islam Bades kembali menyelenggarakan upacara bendera rutin dua minggu sekali di halaman sekolah pada Senin (02/02/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh jajaran guru (ustaz dan ustazah) serta siswa-siswi mulai dari kelas 7 hingga kelas 9.


Bertindak sebagai petugas upacara pada kesempatan kali ini adalah siswi dari kelas 8 E, dengan Devi Amelia sebagai pemimpin upacara. Upacara dipimpin langsung oleh Ustazah Diana Ratnawati selaku pembina upacara.


Berdasarkan pantauan di lokasi, seluruh peserta upacara menunjukkan kedisiplinan yang tinggi. Para siswa berbaris rapi sesuai kelas masing-masing dengan mengenakan atribut seragam lengkap dan bertopi. Suasana tertib menyelimuti seluruh rangkaian prosesi pengibaran bendera Merah Putih.


Ada hal yang berbeda pada rangkaian upacara kali ini. Sebelum memasuki sesi amanat pembina, sekolah menggelar seremoni penyerahan piagam penghargaan bagi sejumlah siswa yang berhasil mengukir prestasi di berbagai ajang kompetisi. Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Kepala MTs Ma’arif NU Nurul Islam Bades, Ustaz Ahmad Nahidl Masyhuri, didampingi oleh Ustaz Abdul Malik Luthfi.


Berikut adalah daftar capaian prestasi yang diraih oleh siswa-siswi: Juara 3 Lomba Cerdas Cermat Islam (CCI) dalam rangka PKLA dan Milad MAN Lumajang, Festival Olimpiade Santri Indonesia (FOSIA) dengan perolehan 4 medali perak dan 1 medali perunggu, Juara 2 Kategori Tilawah Remaja Putri pada ajang MTQ XXXII tingkat Kecamatan Pasirian, dan Juara 3 Kategori MHQ 5 Juz + Tilawah Putra pada ajang MTQ XXXII tingkat Kecamatan Pasirian.


Dalam amanatnya, Ustazah Diana Ratnawati memberikan apresiasi atas peningkatan kedisiplinan siswa. Meski terdapat kendala teknis kecil, beliau menilai petugas upacara telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Selain evaluasi teknis, Ustazah Diana juga menekankan pentingnya nilai karakter bagi para santri. "Sangat penting bagi kita untuk memiliki rasa peduli terhadap sesama. Sebagai sesama siswa, kalian harus saling merangkul dan mendukung satu sama lain," pungkasnya.


Kegiatan upacara ditutup dengan pembacaan doa bersama. Setelah rangkaian upacara resmi berakhir, pihak sekolah melakukan evaluasi kedisiplinan terkait kelengkapan atribut siswa guna memastikan standar kerapian tetap terjaga di lingkungan madrasah.