BADES - Dalam rangka menumbuhkan kecintaan terhadap tradisi keagamaan serta mengenalkan sejarah organisasi Islam terbesar di Indonesia, madrasah menyelenggarakan kegiatan Dalailun Najah dan peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama’ yang ke-100 pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara berkala dan diikuti oleh para istaz dan ustazah, serta siswa-siswi dengan penuh antusias.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Dalailun Najah sebagai bentuk pembiasaan amaliah keagamaan sekaligus upaya menanamkan nilai spiritual kepada peserta didik. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama’ yang diisi dengan pemutaran beberapa video edukatif mengenai sejarah berdirinya dan perjuangan NU.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menonton video, tetapi juga diminta untuk mencatat dan merangkum isi tayangan yang disaksikan. Hasil rangkuman kemudian dikumpulkan kepada guru sebagai bentuk evaluasi pemahaman siswa. Untuk meningkatkan motivasi belajar, madrasah memberikan apresiasi berupa hadiah kepada siswa dengan rangkuman terbaik.
Adapun materi video yang ditayangkan memuat sejumlah informasi penting terkait Nahdlatul Ulama’. NU secara resmi didirikan pada 31 Januari 1926 Masehi, bertepatan dengan 16 Rajab 1344 Hijriah. Organisasi ini lahir di Surabaya, Jawa Timur, dan diprakarsai oleh Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari bersama para ulama pesantren lainnya.
Nama “Nahdlatul Ulama” yang berarti “Kebangkitan Para Ulama” mencerminkan tujuan organisasi ini, yakni menyatukan ulama dan umat Islam dalam menjaga serta mempertahankan ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah. NU didirikan sebagai respons atas kondisi masyarakat Indonesia pada masa penjajahan, termasuk tantangan dalam mempertahankan ajaran Islam, tradisi pesantren, serta menghadapi perkembangan pemikiran baru pada masa itu.
Sejak awal berdirinya, Nahdlatul Ulama’ berperan sebagai wadah ulama dan santri dalam memperkuat pendidikan Islam serta mengembangkan peran sosial-keagamaan yang berkontribusi besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama’, tetapi juga mampu meneladani semangat perjuangan para ulama dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keilmuan sejak dini.
BANYAK DIBACA
Pembuatan Perangkat Pembelajaran Aswaja Tingkat MI - MA Menggunakan Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Cerita Fantasi untuk kelas VII! On-3 MGMP Mapel Bahasa Indonesia
Bermusyawarahlah dalam segala Hal! Istitabah dan ngaji kitab Ta'lim Muta'alim
Tasmi' Al-Quran 2 Juz (1-2) Ananda Amiroh Alya Mafaza kelaa VIIC
Macam-Macam Maksiat Lisan! Anjangsana Guru